Tampilkan postingan dengan label Mimbar Pongpet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimbar Pongpet. Tampilkan semua postingan

Sapi dan Kaos Bergaris

Jumat, 15 Januari 2010 — 3 comment(s)
Ini pengalaman waktu saya hamil 6 bulan sekitar bulan agustus 2009 lalu lah...ceritanya aku kedatangan Ibu dan 5 saudaraku dari Bandung yang hendak berlibur di Jogja. Mereka minta dianterin ke pantai. usulku ke pantai Siung, pemandangannya wuih... bagus banget, sepi dan belum banyak dijamah (kelihatan masih bersih gituh).

Semua sepakat ke pantai siung. Kami pergi berdelapan ditemani ibu mertuaku sebagai petunjuk jalan (emangnya plang?). Perjalanan siang itu lancar setalah beberapa saat istirahat makan. Setelah perjalanan yang terasa agak lama sore sekita jam 5-an kami baru sampai di pantai. Disana sudah ada rombongan pelajar yang baru sampai sesaat sebelum rombongan kami tiba, mereka sedang persiapan untuk camping.

Ibu dan mertuaku mereka sibuk mencari toilet.. maklum (hehehehe) aku yang emang senang benget kalau lihat pantai langsung turun, exited ceritanya. Begitu turun dari tempat parkir aku lari ke pasir pantai.. para pelajar masih sibuk, beberapa sudah ada yang siap jalan. Dengan pede-nya aku jalan, saudaraku masih berdiri dekat mobil.. dari kejauhan kukira ada anjing berlari, makin dekat kok makin gede ternyata itu anak sapi yang dilepas pemiliknya.

Sapi itu berlari ke arahku. Dengan perut yang sudah agak besar aku lari pontang panting karena takut. Semua yang menyaksikan kejadian itu bukannya menolongku, mereka malah tertawa. Kukira dia tertarik karena aku sendirian. Aku mengikuti 5 saudaraku turun ke pasir.. eh ternyata sekali lagi sapi itu mengejarku lagi!

Masya Allah ternyata dia tertarik karena aku pakai kaos belang-belang.. sambil menahan malu dan takut, juga khawatir dengan perutku yang besar, aku lari terbirit-birit. Semua yang menyaksikan tertawa terpingkal-pingkal. Akhirnya pemilik sapi mengejar sapi itu dan mengikatnya juga sambil tertawa. Sialan!!!

9 Desember 2009

Rabu, 06 Januari 2010 — 7 comment(s)

9 Desember 2009 tepat pukul 23.30 terdengar suara bayiku menangis keras, seorang lelaki mungil yang telah kutunggu lama.. membuatku lega, rasa sakit bekas sayatan operasi seakan hilang, ketika dokter mendekapkannya di dadaku. Subhanaalah... melahirkan anak ke dunia ternyata mengingatkanku akan banyak hal di masa lalu, menatap masa depan dan berharap anakku tidak sepertiku.

Tak kuasa kubendung ingatanku menjelajahi masa lalu, dimana aku pernah meninggalkan ayah ibuku untuk alasan yang gak penting dan tidak ada gunanya. Dan untuk menunjukkan apa? rasanya semuanya hanyalah kekonyolan yang tergambar. Perasaan kangen kepada orangtuaku terutama ibuku begitu menggebu. Tidak ada ibu disampingku saat itu, hanya suara dan doanya yang tulus yang aku dengar dari telepon genggam yang tersambung. Meskipun tak cukup tapi itu sudah membuatku mantap untuk melahirkan anakku.

Pingin Nulis Lagi

Kamis, 05 November 2009 — 8 comment(s)
Pongpet hadir lagi, setelah lama ditinggalkan, ternyata blog ini masih bernyawa dan memicu gairah ku untuk kembali menulis. Hanya saja masih dirundung kebuntuan dilingkup topik bahasan. Tapi semoga saja tidak dalam kurun waktu yang tak terhingga, takutnya jatuh lagi sifat males melongok blog ini.

tag:jaooouuuiiiiaaanncooook.

Sabtu, 21 Februari 2009 — 14 comment(s)
Setelah beberapa hari gak nongkrongin komputer karena di luar terus (padahal emang pengen gak ada di kantor! kisruh terus sama orang-orang yang syahwat berkuasanya erektus maksimus, padahal kerjanya gak becus!),buka blog eh malah dapet PR dari mas Suryaden. setelah buka jaooouuuiiiiiiaaaanncooook kukira apa. bingung lagi mau ngerjainnya. tapi disuruh misuh-misuh hayu aja... setelah buka dan cari-cari, nyontek punya cahirani, mana gak tahu cara ngetag lagi. udah! gak boleh pasrah, apapun adanya. begini nih syarat dan perintahnya:

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?

Jumat, 13 Februari 2009 — 12 comment(s)
ini bukan tulisanku dapat dari email tetangga sebelahn yang kirim pertama namanya M. Ega.. sekedar berbagi haha hihi

Jawaban menurut …
Guru TK :
Supaya sampai ke ujung jalan .

Plato :
Untuk mencari kebaikan yang lebih baik .

Sekilas Pongpet

Sabtu, 01 November 2008 — 0 comment(s)
Saya sedang mencari kehidupan dimanapun adanya. Dan kelak akan berhenti di satu titik yang paling ku dambakan dan ku bahagia bersanding dengannya selamanya.

Pongpet kalau dalam bahasa Sunda pada dasarnya semacam pengecilan lubang, atau bahkan lubang yang tertutup kembali. Pongpet merupakan perlawanan dari keperawanan. Kalau sudah diperawani tak mungkin tutup kembali. Menutup pengalaman daun telinga yang sudah ditindik , tapi lama gak dipasangi anting-anting terus tutup kembali lubangnya ya... pongpet namanya.

Atau muka dengan pori-pori kulit jeruk terus dirawat pake bermacam kosmetika baik yang mengandung mercury atau mengandung jamur terus lubang porinya mengecil bisa disebut kulit pongpet kali ya! kalau pantat yang mengecil lubangnya? apa disebut pongpet juga! tapi terserahlah...

Tapi ada juga tuh apartemen di Thailand namanya Pongppet... yang terbayang malah bangunan yang gak ada lubang anginnya, atau bahkan gak ada pintu masuknya segala!

Bicara soal pengecilan lubang Ada juga telinga-telinga pongpet di istana, senayan, kantor-kantor kemetrian, kantor gubernur, walikota dan bupati, atau bahkan kantor Desa? kalau memang gak pongpet mungkin gak ada kasus gizi buruk. Atau anak-anak putus sekolah... ah pongpet ternyata ada dimana-mana..

Udahan dulu kali ya. makasih sama yang mau baca.

Teman Dan Warta Mereka