Cinta Mama Itu

Rabu, 30 Juni 2010
Kamu bersenandung. Entah nada apa yang kamu bicarakan lewat senandungmu. Kupingku bisa mendengar, bahkan sangat jelas sekali. Namun tetap saja aku tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan. Tapi kenapa begitu hangat di hati membuatku larut dalam kesederhanaanku menerka suara-suaramu. Sampai aku pulas dipundakmu.


Bisikmu membacakan cerita-cerita nabi. cerita-cerita para kaum hebat dan orang berbudi luhur. Selalu bergelayut dan menggema. Maafin aku ma.. Reswa belum bisa menangkap itu semua. Namun sekali lagi, tutur lembutmu membuatku semakin lelap. Dan menjagaku selalu dari lalat, nyamuk dan perkara-perkara yang belum aku mengerti.


Huh! Aku tidak tau kenapa dengan mood Reswa saat itu. Tidak bisa senyum seperti biasa. Tidak bisa mengumbar gerak lincah seperti biasa. Bahkan tidak mau menggoda papa seperti biasa.

Pokoknya Reswa belajar apa itu ngambek. Mungkin kita sama ma.. Sama-sama saling menerka-nerka. Tapi terimakasih ma.. Reswa dapat pelajaran ngambek, yang kelak saat Reswa besar, Reswa aku memanage ngambek itu.

Namun Reswa heran. Mama selalu saja menggodaku. Memancing lesung pipi dan bibirku tertarik keatas menyapa pipiku yang gembul. Senyum dan tertawa.

Mama apakah itu bisa membuat mama bahagia melihatku senyum dan tertawa dengan ikhlas..


Mama makasih yaa.. Sudi membimbing Reswa menerka sifat perasaan dengan senyum yang terikhlas.

1 comments:

Lone Fighter | 30 Juni 2010 10.11

Mom,,, u're my universe...
lam knal, moga bsa keep in touch...
skalian Q follow jg.

Posting Komentar

Teman Dan Warta Mereka